20 Kader PKK Tambora Ikuti Pelatihan Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital
Jangkauan Jakarta Batat — Sebanyak 20 kader PKK tingkat kecamatan dan kelurahan di wilayah Kecamatan Tambora mengikuti pelatihan pola asuh anak dan remaja di era digital. Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo, Jalan Pangeran Tubagus Angke, RW 10, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada Rabu (5/11/2025).
Pelatihan yang digelar selama dua hari, 5–6 November 2025, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan para kader PKK dalam memberikan pengasuhan yang positif, adaptif, dan efektif terhadap anak dan remaja di tengah derasnya arus informasi digital.
Wakil Camat Tambora, Abdul Choir, yang membuka kegiatan tersebut mengatakan bahwa tantangan pengasuhan anak di masa kini semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi dan akses internet yang semakin luas di kalangan anak-anak dan remaja.
“Melalui pelatihan ini, para kader diharapkan mampu menjadi contoh sekaligus agen perubahan di lingkungannya, terutama dalam memberikan edukasi kepada para orang tua agar bijak dalam mendampingi anak menggunakan perangkat digital,” ujar Abdul Choir.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan keluarga yang dicanangkan oleh TP PKK Kecamatan Tambora bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) Provinsi DKI Jakarta.
Sementara itu, Siti Rahayu, Ketua Pokja I TP PKK Provinsi DKI Jakarta yang hadir sebagai narasumber, menjelaskan pentingnya peran orang tua dan pengasuh dalam tahap perkembangan anak usia dini. Menurutnya, sekitar 80–90 persen potensi otak anak terbentuk pada usia 0–6 tahun, sehingga pola asuh yang tepat pada periode ini menjadi pondasi penting bagi tumbuh kembang anak di masa depan.
“Di era digital seperti sekarang, orang tua perlu menjadi filter sekaligus pendamping aktif dalam penggunaan gawai dan media sosial. Jangan sampai anak lebih dekat dengan gadget daripada dengan orang tuanya,” tutur Siti Rahayu dalam pemaparannya.
Selain itu, narasumber kedua, Rifqi, perwakilan dari Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DPPAPP Provinsi DKI Jakarta, memberikan materi mengenai dampak positif dan negatif dunia digital terhadap perilaku anak, serta strategi membangun komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak di era serba digital.
Rifqi menekankan pentingnya pengawasan dan komunikasi terbuka dalam keluarga, khususnya untuk mencegah anak terpapar konten negatif dan perilaku berisiko di dunia maya.
“Kader PKK memiliki peran strategis dalam menyosialisasikan pentingnya literasi digital keluarga, agar anak-anak kita tumbuh cerdas, aman, dan berkarakter di era modern,” ungkapnya.
Kegiatan pelatihan ini juga diselingi dengan sesi diskusi interaktif, studi kasus, serta simulasi pola asuh digital positif, yang memberikan kesempatan bagi para peserta untuk berbagi pengalaman dan mencari solusi bersama atas permasalahan yang sering muncul dalam pengasuhan anak di lingkungan masing-masing.

![094579400_1762423083-Pramono_Anung_di_Balai_Kota[1]](http://tender-it.com/wp-content/uploads/2025/12/094579400_1762423083-Pramono_Anung_di_Balai_Kota1-148x111.jpeg)