Jangkauan Jakarta Batat — Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat berhasil memediasi konflik yang sempat menimbulkan ketegangan antara dua kelompok massa, yakni organisasi masyarakat (ormas) dan kelompok penagih utang (debt collector), di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Insiden yang sempat memanas pada akhir pekan lalu itu kini dinyatakan telah berakhir damai setelah kedua pihak menyepakati hasil mediasi yang difasilitasi aparat kepolisian.
Wakapolres Metro Jakarta Barat, AKBP Tri Suhartanto, menjelaskan bahwa langkah mediasi dilakukan secara intensif untuk mencegah meluasnya konflik yang berawal dari kesalahpahaman di lapangan. “Sudah dilakukan mediasi. Sampai dengan saat ini, kedua kelompok sudah dalam keadaan kondusif dan damai. Jadi tidak ada lagi kesalahpahaman,” ujarnya di Jakarta, Senin (10/11/2025). Tri menambahkan bahwa kepolisian bertindak cepat begitu menerima laporan adanya keributan di salah satu kawasan padat penduduk di Cengkareng. Sejumlah personel Polsek Cengkareng dan Polres Metro Jakarta Barat langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan situasi dan memisahkan kedua pihak yang terlibat.
Dari hasil penelusuran sementara, bentrokan tersebut diduga dipicu oleh kesalahpahaman terkait proses penarikan kendaraan bermotor oleh kelompok penagih utang yang kemudian berujung adu mulut dengan anggota salah satu ormas setempat. Situasi yang awalnya hanya berupa adu argumen berkembang menjadi aksi saling dorong dan nyaris berujung bentrok fisik. Namun, berkat kesigapan aparat di lapangan, ketegangan dapat diredam sebelum menimbulkan korban jiwa ataupun kerusakan besar.
AKBP Tri menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan dan akan terus mengedepankan pendekatan dialogis dalam menyelesaikan konflik sosial di masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara ormas, perusahaan pembiayaan, serta masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari. “Kami harap perselisihan ini tidak menyebar ke wilayah lain. Semua pihak harus menahan diri dan mengutamakan penyelesaian secara hukum serta musyawarah,” kata Tri.
Selain melakukan mediasi, kepolisian juga melakukan pendataan terhadap anggota kedua kelompok yang terlibat dalam insiden tersebut. Petugas memastikan tidak ada pihak yang membawa senjata tajam ataupun melakukan perusakan fasilitas umum selama kejadian berlangsung. Pihak kepolisian juga memfasilitasi pertemuan lanjutan di kantor Polres Metro Jakarta Barat yang dihadiri oleh perwakilan ormas, perusahaan pembiayaan, serta tokoh masyarakat Cengkareng untuk memperkuat komitmen damai.
Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat setempat mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam meredam potensi konflik. Mereka berharap kejadian serupa tidak terulang, mengingat wilayah Cengkareng merupakan kawasan padat penduduk dan memiliki beragam aktivitas sosial serta ekonomi yang tinggi. Pemerintah daerah bersama kepolisian diharapkan terus meningkatkan komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat agar stabilitas keamanan tetap terjaga.
Dengan tercapainya kesepakatan damai, situasi di Cengkareng kini telah kembali kondusif. Aktivitas warga berjalan normal, dan pihak kepolisian tetap menyiagakan personel untuk memantau perkembangan situasi. Polres Metro Jakarta Barat menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memastikan bahwa setiap permasalahan diselesaikan dengan cara yang beradab dan sesuai hukum yang berlaku.

![094579400_1762423083-Pramono_Anung_di_Balai_Kota[1]](http://tender-it.com/wp-content/uploads/2025/12/094579400_1762423083-Pramono_Anung_di_Balai_Kota1-148x111.jpeg)