
Jangkauan Jakarta Batat – Puluhan kelurahan di wilayah Jakarta Barat terendam banjir pada Rabu akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak pagi. Pemerintah Kota Jakarta Barat langsung melakukan berbagai langkah penanganan darurat, mulai dari penyedotan genangan, evakuasi warga, hingga penyiapan lokasi pengungsian.
Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, menjelaskan bahwa banjir kali ini merupakan dampak kombinasi antara curah hujan ekstrem serta kondisi geografis wilayah Jakarta Barat yang didominasi kontur cekungan.
“Tingginya curah hujan dan kontur wilayah yang berbentuk cekungan menjadi penyebab utama terjadinya banjir,” ujar Uus saat meninjau lokasi banjir di kawasan Rawa Buaya, Cengkareng, Rabu siang.
Menurutnya, kondisi cekungan membuat air hujan sulit mengalir cepat ke saluran utama, terutama ketika volume air meningkat dalam waktu singkat. Hal itu menyebabkan sejumlah titik rawan genangan seperti Cengkareng, Kalideres, Kembangan, dan Grogol Petamburan kembali mengalami banjir dengan ketinggian bervariasi.
Evakuasi dan Penyedotan Air Dipercepat
Sejak pagi, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat mengerahkan puluhan personel untuk melakukan penyedotan air di titik-titik yang mengalami genangan tinggi. Petugas juga menggunakan pompa mobile tambahan untuk mempercepat penurunan muka air, terutama di permukiman padat penduduk.
Bersama TRC BPBD, Damkar, Satpol PP, dan PPSU, pemerintah kota juga melakukan evakuasi terhadap warga lanjut usia, anak-anak, serta keluarga yang rumahnya terendam cukup tinggi.
Pengungsian Didirikan di Lokasi Aman
Guna memastikan keselamatan warga, Pemkot Jakarta Barat membuka sejumlah lokasi pengungsian sementara. Salah satu titik yang paling siap adalah Rusun Lokasi Binaan (Lokbin) Rawa Buaya, yang kini menampung puluhan warga terdampak banjir.
“Kami pastikan warga yang terdampak mengungsi di lokasi yang aman, dengan dukungan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan pos kesehatan,” kata Uus.
Di lokasi pengungsian, pemerintah juga menyiapkan layanan kesehatan untuk mengantisipasi penyakit akibat banjir, seperti gangguan pernapasan, diare, infeksi kulit, dan demam.
Koordinasi Lintas Instansi
Uus menegaskan bahwa penanganan banjir dilakukan melalui koordinasi lintas sektor. Suku Dinas Sosial menyalurkan logistik, Sudin Lingkungan Hidup melakukan pembersihan sampah yang menyumbat saluran, sementara Dinas Perhubungan mengatur rekayasa lalu lintas di kawasan yang akses jalannya terganggu.
“Prinsipnya, semua bergerak cepat. Fokus kami adalah keselamatan warga dan percepatan surutnya genangan,” tambahnya.
Warga Diminta Tetap Waspada
Pemerintah Kota Jakarta Barat juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat prakiraan cuaca BMKG menunjukkan kemungkinan hujan deras masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Upaya jangka panjang seperti peningkatan kapasitas rumah pompa, pengerukan saluran, hingga pembangunan tanggul tambahan disebut menjadi bagian dari strategi mitigasi pemerintah untuk menurunkan risiko banjir berulang di wilayah tersebut.

![094579400_1762423083-Pramono_Anung_di_Balai_Kota[1]](http://tender-it.com/wp-content/uploads/2025/12/094579400_1762423083-Pramono_Anung_di_Balai_Kota1-148x111.jpeg)