Pemkot Jakbar siagakan 400 personel antisipasi banjir

oleh -135 Dilihat
oleh

Pemkot Jakbar siagakan 400 personel antisipasi banjir

Jangkauan Jakarta Batat – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat menyiagakan 400 personel gabungan dari berbagai unsur untuk mengantisipasi potensi banjir memasuki puncak musim hujan di wilayah DKI Jakarta. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi peningkatan curah hujan serta potensi luapan sungai yang kerap terjadi di sejumlah titik rawan.

Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Yuli Hartanto, dalam apel kesiapsiagaan bencana di Jakarta, Selasa, menegaskan bahwa karakteristik wilayah Jakarta Barat yang cenderung berada di dataran rendah mengharuskan pemerintah daerah bekerja lebih cepat dan terkoordinasi.

“Jakarta adalah wilayah dataran rendah yang berada pada muara sungai. Wilayah ini dialiri tiga belas sungai, dua kanal, dan dua floodway yang semuanya bermuara ke utara. Sebagian besar wilayah berada di bawah permukaan air laut, dengan beberapa titik cekungan yang sangat rawan genangan dan banjir,” ujar Yuli.

400 Personel Disiagakan, Kolaborasi Lintas Instansi

Apel kesiapsiagaan diikuti oleh 400 personel gabungan dari lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi vertikal. Mereka terdiri atas:

  • BPBD DKI Jakarta

  • Satpol PP

  • Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA)

  • Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut)

  • Suku Dinas Sosial

  • PPSU

  • Suku Dinas Bina Marga

  • Suku Dinas Lingkungan Hidup

  • Suku Dinas Perhubungan

  • TNI–Polri

  • serta komponen pendukung lain.

Seluruh personel tersebut ditugaskan untuk melakukan patroli, memastikan kesiapan pompa mobile dan stasioner, melakukan pembersihan saluran, hingga mengatur rekayasa lalu lintas jika terjadi genangan tinggi di jalan protokol.

Kesiapan Infrastruktur dan Mitigasi

Menurut Yuli, selain menyiapkan sumber daya manusia, Pemkot Jakbar juga memperkuat kesiapan sarana prasarana pengendalian banjir, mulai dari:

  • memastikan pompa air berfungsi optimal,

  • membersihkan saluran dan drainase,

  • memantau kondisi pintu air,

  • memetakan titik rawan genangan,

  • hingga mendirikan posko siaga banjir di setiap kecamatan.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara kelurahan, kecamatan, hingga OPD teknis untuk memastikan respons cepat ketika banjir terjadi. Kolaborasi ini dianggap krusial mengingat kompleksitas permasalahan banjir yang tidak hanya berasal dari curah hujan lokal, tetapi juga kiriman air dari wilayah penyangga seperti Bogor dan Depok.

Edukasi dan Imbauan kepada Warga

Pemkot Jakbar turut mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga yang tinggal di bantaran sungai dan daerah cekung. Warga diharapkan membersihkan selokan rumah, tidak membuang sampah ke sungai, serta memantau informasi cuaca dan tinggi muka air yang dikeluarkan oleh BMKG maupun BPBD.

“Kesiapsiagaan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat. Jika seluruh elemen bergerak, risiko banjir bisa ditekan,” kata Yuli.

Dengan langkah antisipasi ini, Pemkot Jakbar menegaskan komitmennya untuk memastikan keselamatan warga dan meminimalkan dampak kerugian akibat bencana hidrometeorologi yang berpotensi meningkat sepanjang musim hujan.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.