Jangkauan Jakarta Batat — Memasuki puncak musim hujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat meningkatkan kewaspadaan dengan menyiagakan sedikitnya 400 personel gabungan untuk menghadapi potensi banjir dan genangan di sejumlah titik rawan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya antisipasi dini mengingat karakteristik wilayah Jakarta Barat yang memiliki banyak cekungan serta dialiri belasan aliran sungai.
Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Yuli Hartanto, menjelaskan bahwa kesiapsiagaan bencana menjadi prioritas utama Pemkot, terutama karena wilayah Jakarta secara keseluruhan merupakan dataran rendah yang berada di sekitar muara sungai. Kondisi tersebut membuat Jakarta Barat rentan terdampak curah hujan tinggi maupun luapan dari hulu sungai.
“Jakarta ini wilayah dataran rendah yang berada pada muara sungai. Wilayah ini dialiri tiga belas sungai, dua kanal, dan dua flood way yang bermuara ke utara. Sebagian besar wilayahnya berada di bawah permukaan air laut, dengan beberapa titik cekungan yang rawan genangan dan banjir,” ujar Yuli saat memimpin apel kesiapsiagaan bencana di kawasan Jakarta Barat, Selasa.
Apel yang digelar sebagai bentuk konsolidasi lintas lembaga ini melibatkan 400 personel gabungan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi pendukung lainnya. Mereka berasal dari unsur BPBD DKI Jakarta, Satpol PP, Sudin Sumber Daya Air (SDA), Sudin Pertamanan dan Hutan Kota, Sudin Sosial, PPSU, Sudin Bina Marga, Sudin Lingkungan Hidup, Sudin Perhubungan, hingga unsur TNI-Polri.
Menurut Yuli, sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk memperkuat kemampuan respons cepat saat cuaca ekstrem melanda wilayah Jakarta Barat. Personel yang disiagakan akan fokus pada sejumlah tugas, seperti pemantauan elevasi air di pintu-pintu air, penyisiran saluran dan drainase, pembersihan infrastruktur yang berpotensi menjadi hambatan aliran air, serta penanganan darurat di lokasi-lokasi rawan.
Selain memastikan kesiapan personel, Pemkot juga telah mengecek ketersediaan peralatan pendukung, mulai dari pompa mobile, perahu karet, hingga kendaraan operasional untuk evakuasi warga jika diperlukan. Beberapa wilayah seperti Kembangan, Grogol Petamburan, Cengkareng, dan Kalideres kembali menjadi atensi khusus mengingat area tersebut kerap terdampak genangan setiap musim hujan.
“Kami ingin memastikan seluruh elemen, baik manusia maupun sarana-prasarananya, siap bergerak kapan saja. Cuaca ekstrem dapat terjadi sewaktu-waktu, sehingga antisipasi harus benar-benar matang,” tambah Yuli.
Tak hanya itu, Pemkot Jakbar juga mengimbau warga untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air, membersihkan area sekitar rumah, dan melaporkan jika terdapat hambatan aliran air di wilayah masing-masing.
Dengan koordinasi yang solid serta konsep mitigasi yang lebih terukur, Pemkot Jakarta Barat berharap potensi banjir pada musim hujan tahun ini dapat ditekan semaksimal mungkin.

![094579400_1762423083-Pramono_Anung_di_Balai_Kota[1]](http://tender-it.com/wp-content/uploads/2025/12/094579400_1762423083-Pramono_Anung_di_Balai_Kota1-148x111.jpeg)